VISITXIAN

Distrik Lianhu (莲湖区, Liánhú Qū) adalah distrik barat laut kota bertembok Xi'an, dan yang terluas dari ketiga distrik yang berada di dalam tembok — 38.32 km² menurut angka pengumpul data era 2019. Pusat pemerintahnya berada di Subdistrik Beiyuanmen (北院门街道), yaitu persis jalan wisata yang paling banyak didengarengi pengunjung.

Jalan itu adalah Beiyuanmen, Kazaar Muslim Hui (回民街, Huímín Jiē): jalan umum tanpa gerbang dan tanpa tiket, yang membentang dari Menara Gendang ke belakang sampai Masjid Agung di gang Huajue, didirikan tahun 742 M dengan sebagian besar bangunan yang ada sekarang berasal dari Masa Ming dan Qing. Distrik ini juga memuat Sajinqiao, gang makan di sebelahnya tempat warga Xi'an benar-benar makan, dan gendang di Menara Gendang masih dipukul pada jam-jam tetap.

Di barat kazaar itu, Jalan Barat (西大街) menuju Kuil Dewa Kota, salah satu dari tiga kuil Dewa Kota terbesar di kota-kota ibukota Tiongkok. Di utara, di tembok kota dekat gerbang Yuxiangmen, berdiri Kuil Guangren — satu-satunya kuil Buddha Tibetan di provinsi ini, dan tempat paling hening di seluruh distrik.

01

Sebenarnya ia seperti apa

Lianhu adalah distrik yang paling baik melayani pengunjung, dan perlu disebut terang-terangan bagian mana yang nyata dan mana yang sekadar pertunjukan.

Kazaar Muslim adalah pertunjukan itu: penuh lentera, dikomersialkan habis-habisan, dan sekadar cepat, bukan bagus. Banyak yang dijual di sana adalah sate domba biasa yang menyasar orang yang belum pernah makan makanan Xi'an. Yang asli bisa ditemukan beberapa jalan dari sana, di Sajinqiao: penjual zenggao mulai berjualan sekitar pukul 6.30 dan habis pada tengah pagi, dan pada sore hari warga berantrean di kios paomo serta kios roujiamo daging asap. Kalau Anda hanya punya waktu untuk satu jalan makan di Xi'an, pilih yang ini, bukan yang terkenal itu.

Ada dua hal yang sering terlewat di sini. Kuil Guangren adalah biara Buddha Tibetan yang aktif, berdiri menyatu dengan tembok kota: gratis, hening, dan hampir tidak muncul di itinerary mana pun — kebalikan dari kazaar Muslim dua kilometer di selatan. Dan Masjid Agung benar-benar didirikan tahun 742 M, bukan replika yang dibuat belakangan, meski sampai sekarang masih menjadi tempat ibadah: akses pengunjung dihentikan saat lima salat harian, ruang salat ditutup bagi non-Muslim, dan sebaiknya dihindari pada Jumat tengah hari.

Kelemahan jujurnya ada pada jamnya. Pusat distrik kosong setelah pukul 22.00 dan paling ramai antara pukul 18.00 dan 21.00, ketika kazaar Muslim, Sajinqiao, Jalan Barat, dan pertunjukan gendang Menara Gendang saling tumpang tindih. Datang pukul 08.00 untuk sarapan, atau setelah pukul 22.30 jika mau tenang; pukul 19.00 adalah jam terburuknya.